“lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain?”



ASSALAMUALAIKUM WR.WB





Nama                        : Siti fatchurachma (33)
Kelas                         : X MIA 4
Mata pelajaran       : Pendidikan Agama Islam
Guru pembimbing : Rizka Susilawati M.Pd
Asal sekolah            : SMAN 1 KAB. TANGERANG
Hari/tanggal            : Selasa, 5 November 2019
Anggota kelompok : 1.) Anindya arnas a.
                                     2.) Siti Melasari

  “Apakah kamu termasuk siswa/siswi yang sudah membiasakan diri berbusana secara islam?”
Jawaban dari anggota kelompok kami :  

Melasari : "Belum bisa karena masih sering ke warung ngga pake kerudung karena berfikirnya itu kan cuma ke warung deket."

Anin : "Belum, terkadang masih suka membuka aurat saat menyapu teras rumah."

Rachma : "Belum bisa menutup aurat dengan sempurna kadang kalo main ke rumah temen suka ngga pake kerudung."


 
   Bagaimana pendapatmu dengan pernyataan “lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab     tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain?”
Jawaban menurut kami :

Perlu kita ingat bahwa jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda, berjilbab adalah murni perintah Allah swt. untuk ditaati perempuan yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik atau buruk, sementara akhlak adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing.

"Bukankah lebih baik saya memperbaiki diri dulu baru nanti berhijab, daripada sudah berhijab tapi kelakuannya  masih buruk?"

  Menutup aurat dengan jilbab adalah kewajiban bagi muslimah, sedangkan perilaku baik atau buruknya seseorang itu tergantung akhlaknya masing-masing.
  Yang namanya kewajiban itu mau buruk atau baiknya akhlak harus tetap dijalankan karena itu adalah kewajiban. Semua ada konsekuensinya tersendiri.

"Jadi ngga apa-apa dong kalau akhlak kita buruk, yang penting kan sudah berhijab?"

Eehh ngga gitu juga dong temen-temen, jika jilbab yang sudah dikenakan dengan benar, insya allah akan memberikan pengaruh besar untuk melakukan kebaikan, kalau misalkan ada yang menggunakan hijab tapi perilakunya belum baik, doain aja semoga Allah swt. memberikan hidayah pada orang tersebut.

  Allah swt. dengan tegas memerintahkan muslimah untuk mengenakan jilbab. Dalam kitabnya Allah swt. berfirman dalam q.s Al-ahzaab ayat 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya :
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s Al-ahzab: 59)

Isi kandungan dari surat al-ahzab ayat 59 :

Wahai Nabi (Muhammad), sampaikanlah perintah-perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, dan mulailah dari dirimu sendiri, maka perintahkanlah istri-istrimu, ummahatul mukminin yang suci, dan anak-anakmu yang utama dan mulia agar mereka menjulurkan jilbab yang syar’i, dan agar mereka berhijab dari pandangan-pandangan laki-laki, agar mereka menjadi teladan bagi seluruh wanita dalam hal menjaga diri, menutup aurat, dan memiliki rasa malu, sehingga tidak ada orang fasik yang tamak kepada mereka, atau tidak akan ada orang fajir yang mencapai kehormatan mereka. Dan perintahkanlah seluruh istri orang mukmin agar mereka mengenakan jilbab yang lapang, yang menutupi kecantikan-kecantikan dan perhiasan mereka, dan mencegah lisan-lisan yang buruk terhadap mereka.

   Jadi, sesungguhnya kecantikan seorang muslimah itu harus ia jaga dengan jilbabnya, akhlak yang baik dan tingkah lakunya. Dan jika seorang wanita berjilbab namun masih melakukan dosa, itu bukan masalah jilbabnya ya teman teman melainkan akhlaknya. Yuuk mulai sekarang kita belajar menjadi muslimah yang rapih dengan jilbabnya dan mulia dengan akhlaknya. 


Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Tetap istiqomah yaa gaiss.
Wassalamualaikum wr.wb



Komentar

Posting Komentar